ADS

Seorang dr. Mata di RS Angkatan Udara AS Masuk Islam Karena Mukjizat Putrinya Yang Baru Lahir

Share:

 

di bawah Lisensi Unsplash


Kadang hidayah itu datang kepada seseorang lewat suatu kejadian di luar akal dan pikiran manusia. Kejadian yang tidak mungkin terjadi namun dengan kebesaran Allah yang tidak mungkin menjadi mungkin.  https://www.pintuhidayah.com


Kejadiaan itu dialami seorang direktur medis dan kepala dokter mata dari pusat mata utama di Timur Tengah, seorang menteri antaragama yang ditahbiskan, dan penulis empat buku perbandingan agama masuk Islam lewat keajaiban. Bagaimana kah kisah perjalanannya masuk Islam ? https://www.pintuhidayah.com

Baca Juga : Profesor Joel Hayward Masuk Islam, Ketika Dia Mencoba Membuktikan Teroris Termotivasi Dari Al Quran

Dia adalah Dr. Laurence Brown, Lulusan dari dua universitas Ivy League dengan pelatihan khusus dalam oftalmologi, Dr. Brown menjabat sebagai dokter mata yang disegani di Angkatan Udara AS selama delapan tahun.

Laurence Brown menerima gelar BA dari Cornell University, MD dari Brown University Medical School, dan pelatihan residensi oftalmologi di George Washington University Hospital di Washington, DC.

Baca Juga : Mengapa Saya Masuk Islam ? Jawabannya Singkat Mereka Sama Sekali Tidak Tahu Siapa Yang Menulis Injil

Kisahnya masuk Islam berawal ketika putri keduanya lahir, dan dilarikan ke ruang bersalin ke unit perawatan intensif neonatal, dimana putrinya di diagnosis dengan koarktasio aorta atau penyempitan kritis di pembuluh dara utama dari jantung, tubuh putrinya mengalami seperti lembam seluruh tubuhnya berwarna biru gelap kehitaman dari dada hingga kaki, karena tubuhnya tidak mendapatkan cukup darah dan jaringannya mati lemas.

Dia mengatakan : "Ketika saya mengetahui diagnosisnya hati saya hancur. Sebagai seorang dokter, saya mengerti bahwa ini berarti operasi dada darurat dengan kemungkinan kecil untuk bertahan hidup dalam jangka panjang.

Baca Juga : Kisah Satu Keluarga Masuk Islam: Melalui Islam Tuhan Menyelamatkan Kedua Anak Saya Dari Kekerasan

Sebagai seorang ayah tentu  akan memperjuangkan kesembuhan putrinya mulai memanggil seorang konsultan ahli bedah kardio-toraks di panggil dari seluruh kota di rumah sakit anak di Washington, DC. Dan saya diminta untuk meninggalkan unit perawatan intesif, karena saya menjadi terlalu emosional. Tanpa pendamping kecuali ketakutanku, dan tidak ada tempat lain yang nyaman untuk dikunjungi

sambil menunggu hasil pemeriksaan konsultan. dia pergi ke tempat ibadah untuk semua agama, dimana tempat ibadah tersebut tidak ada gambar ataupun tulisan maupun patung dalam ruangan ibadah itu. Dia adalah seorang ateis, ini adalah pertama kalinya dia berdoa.

Dalam doanya dia mengatakan "Jika engkau ada maka sembuhkanlah putriku  dan saya berjanji akan mencari agama yang paling di ridhai-Nya. Setelah selesai dia berdoa, diapun kembali keruang ICU Neonatal, dan dia sangat terkejut melihat anaknya baik-baik saja. Dokter mengatakan  dalam dua hari putri anda akan sembuh.

Setelah putrinya dinyatakan sembuh sesuai dengan janjinya dia mulai mencari agama yang mana yang paling benar. Mulai dari agama Hindu, Budha, Yadaisme dan sejumlah sekte Kristen, namun tidak menemukan jalan kebenaran. Dia mengatakan bahwa seiring waktu berjalan saya menghadiri berbagai gereja Kristen, menghabiskan waktu terlama di jemaat Katolik Roma.

Namun, saya tidak pernah memeluk agama Kristen. Saya tidak pernah bisa, karena alasan sederhana bahwa saya tidak bisa mendamaikan ajaran Alkitab Yesus dengan ajaran berbagai sekte Kekristenan. Akhirnya saya hanya berdiam diri di rumah dan membaca.

Dia pun diperkenalkan dengan Al ur'an dan biografi Nabi Muhammad saw oleh Martin Lings, yang  berjudul Muhammad.

Selama tahun-tahun studi saya, saya telah menemukan tulisan suci Yahudi yang merujuk pada tiga nabi untuk mengikuti Musa. Dengan Yohanes Pembaptis dan Yesus Kristus menjadi dua, yang meninggalkan satu menurut Perjanjian Lama, dan dalam Perjanjian Baru Yesus Kristus sendiri berbicara tentang seorang nabi terakhir yang harus diikuti. Tidak sampai saya menemukan Al-Qur'an mengajarkan keesaan Tuhan, seperti yang diajarkan Musa dan Yesus Kristus, saya mulai menganggap Muhammad sebagai nabi terakhir yang diramalkan, dan tidak sampai saya membaca biografi Muhammad saya menjadi yakin.


Tidak ada komentar