ADS

Bukti Kebenaran Al Qur'an Tak Terbantahkan Pada Surah Yunus ayat 90-92 Mengislamkan Ilmuwan Ternama

Share:

 


Al Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui perantara Malaikat Jibril selama 22 tahun 22 hari. Selain itu, Al Qur;an merupakan sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yang beriman dan bertakwa dalam kehidupan dan kehidupannya. Sebagaimana dalam firman Allah dalam Surat Al A'raf ayat 52 :  https://www.pintuhidayah.com/ 


"Sungguh, kami telah memiliki Kitab (Al-Qur'an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang percaya." 


Oleh karena itu di dalam Al Qur'an terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang ilmu pengetahuan, hakikat ilmiah yang disinggung dalam Al Qur'an. Bahkan dengan kemajuan dan perkembangan teknologi saat ini, banyak ayat-ayat Al Qur'an yang terbukti kebenarannya. Para ilmuwan berhasil membuktikan kebenaran itu melalui sejumlah eksperimen dan penelitian ilmiah. Kwalitas dan kebenaran yang disampaikan para ilmuwan tidak dapat diragukan lagi karena semua penelitian mereka sesuai dengan fakta dan mengandung pengetahuan. https://www.pintuhidayah.com/

Al Qur'an selain dari pokok-pokok atau dasar-dasar ajaran Islam yang berkenaan dengan masalah ketauhidan dan akidah, ibadah, akhlak, hukum, dan sains atau ilmu pengetahuan. Al Qur'an juga menyampaikan sejarah atau kisah umat pada masa lalu. Sejarah atau kisah-kisah tersebut bukan hanya sekedar cerita atau dongeng semata, tetapi terdapat bukti kebenaran pada Al Qur'an. 


Fakta kebenaran dalam Al Qur'an tidak dapat dibantah para ilmuan dan mereka mengakui kebenaran Al Qur'an. Dari sekian banyak bukti kebenaran Al Qur'an salah satunya adalah kisah Fir'aun di jaman Nabi Musa. Fir'aun dikenal sebagai penguasa Mesir Kuno dan menganggap dirinya sebagai Tuhan.

Kisahnya menjadi perbincangan umat manusia seluruh dunia, para ilmuwan dunia terus mengali informasi tentang Fir'aun. Seorang sejarawan Driaton dan Vandel melalui dokumen-dokumen lain membuktikan bahwa penguasa Mesir itu memerintah antara 1224 sebelum masehi (SM) hingga 1214 SM.


Pada tahun 1896, Purbakalawak  Loret, menemukan jenazah Fir'aun dalam bentuk mumi di Wadi al_Muluk (Lembah Para Raja) yang berada di daerah Thaba, Luxor, seberang Sungai Nil, Mesir.

Pada tahun 1907, seorang Ahli erkeologi dan sejarah Elliot Smith, mencoba melakukan penelitian dan hasilnya sangat mengejutkan ternyata badan Fir'aun tersebut dalam keadaan utuh. Tubuh Fir'aun tersebut menjadi fakta sejarah bahwa kebenaran Al Qur'an tidak terbantahkan.  Kemudian pada tahun 1975, seorang Ahli Bedah asal Prancis, Maurice Bucaille, melakukan penelitian lebih lanjut tentang mumi tersebut.

Atas penelitiannya tersebut, Bucaille berkesimpulan bahwa sangat agung dan suci contoh-conto yang diberikan ayat Al Qur'an tentang tubuh Fir'aun. Penelitian dan penemuannya telah menunjukkan kebenaran Al Qur'an. Sebegaimana di jelaskan dalam Surah Yunus ayat 90-92 yang berbunyi : “Wa jawazna bi bani Israilal-bahra fa-atba’ahum firaunu wa junuduhu bagyan wa ‘adwan. Hatta idza adrakahul garaqa qala aamantu annahu la ilaha illalladzi aamanat bihi binuri Israila wa ana minal-muslimin. Al-aana wa qad‘'ashaita qablu wa kunta minal-mufsidin. Falyauma nunajjika bibadanika litakuna liman khalfaka aayatan wa inna katsiran minan-nasi an aayaatinaa laghafilun,”.

artinya: “Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut. Mereka pun diikuti oleh Fir’aun dan tentaranya, karena mereka hendak menganiaya dan menindas (Bani Israil). Ketika Fir’aun telah hampir tenggelam, ia berkata: saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang disembah oleh Bani Israil dan saya termasuk orang yang berserah diri (kepada-Nya). (Allah menyambut ucapan Fir'aun ini dengan berfirman) Apakah kamu (baru kamu percaya) padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu menjadi pelajaran bagi (generasi) yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami,”.

Tidak hanya itu saja, Maurice Bucaille dengan kegembiraannya, dia berdiri di depan para pelayan dan dengan lantang, "Saya telah masuk Islam dan percaya pada Al Qur'an ini." 

1 komentar:

  1. Orang2 kafir tdk akan percaya kebenaran al qur an karena hatix sdh ditutup oleh Allah, tinggal tunggu kemarianx langsung masuk neraka jahannan kalo tdk mau tobat mengakui Tuhan itu esa

    BalasHapus