ADS

Wanita Cerdas !! Saya Masuk Islam Karena Saya Tahu Jawaban Konsep Trinitas Vol I

Share:

 

Foto oleh MART PRODUCTION dari Pexels

Bagaimana Saya Masuk Islam ?

Lagi seorang wanita asal Amerika Serikat masuk Islam. Sebelum masuk Islam dia menganggap agama Kristen agama yang paling benar karena Tuhan hadir dalam mukjizat-Nya sepanjang sejarah, dari Adam, Abraham, Musa, hingga Yesus. https://www.pintuhidayah.com/

Dan dia mengatakan tidak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa akan ada agama lain selain Kristen yang berbicara tentang Tuhan yang sama ini, atau Adam, Abraham, Musa dan Yesus yang sama.

Baca Juga : Mengapa Saya Masuk Islam ? Jawabannya Singkat Mereka Sama Sekali Tidak Tahu Siapa Yang Menulis Injil

Kisah perjalanannya masuk Islam berawal ketika dia mulai berbicara tentang Tuhan dan menulis tentang Tuhan dalam hidupnya. Dia termotivasi melihat orang-orang Kristen yang benar-benar saleh dan berpikir bagaimana agama bisa menjadi topik yang begitu mereka sukai ?

Baca Juga : Kumpulan Video Status WA dan IG Download Gratis

Dia mengatakan : "Saya tidak pernah bisa melihat diri saya menempatkan Tuhan di atas segalanya. Hidup lebih penting, bukan ? Tapi inilah saya, di awal tahun 2014, dan saya menceritakan kisah saya dengan harapan dapat menginspirasi orang lain untk mulai mencari perjalanan mereka sendiri, dan bersama Tuhan. Intervensi Tuhan Anggap saja saya tidak pernah menjadi peserta aktif di gereja.

Kehidupannya di masa remaja tidaklah begitu menyenangkan baginya, banyak peristiwa malang yang mengotori masa remajanya yang membuatnya menjadi seorang skeptis. Setiap minggu pergi ke gereja, namun menurut dia Tuhan hampir tidak ada dari hidup saya. Dia tidak merasakan sentuhan dari Tuhan dalam kehidupannya sekalipun saya cukup kuat untuk menjadikan Dia sebagai prioritas saya.

Baca Juga : Pendeta Katolik AS Masuk Islam : Dia Meninggalkan Agamanya Karena Dia Tidak Percaya Apa Yang Di Sampaikan

Disaat dalam kebinggungan mencari kebenaran Tuhan dalam Al Kitab yang dia dapatkan dalam agamanya tidak menemukan titik terang, hingga suatu hal yang tidak terduga datang pada dirinya, mungkin dengan cara ini Tuhan menuntunnya ke Islam.

Ketika dia berputar-putar menuruni bukit tetapi saya tidak mengetahuinya. Secara sengaja atau tidak sengaja dia bertemu dengan seorang Muslim. Penasaran kepadanya yang mengenakan jilbab dan pakaian yang tidak cocok untuk cuaca panas Singapura, makanan halal, dan puasa.

Rasa penasarannya terhadap Islam, dia pun mulai mengamati dan mempelajari agama Islam. Ini mengejutkan saya katanya", saya begitu fokus pada aspek dangkal dari praktik mereka, dan tidak pernah sekalipun bertanya tentang siapa "Allah" ini yag membuat mereka melakukan semua ini. Dan ketika saya mengetahui siapa Allah ini, Tuhan yang sama yang telah tumbuh bersama saya, Satu-Satunya Pencipta Sejati saya terkejut.

Saya sangat terkejut, selama ini saya berpikir bahwa Kekristenan, meskipun tidak sempurna, pastilah agama yang benar karena Tuhan kita hadir dalam mukjizat-Nya sepanjang sejarah, dari Adam, Abraham, Musa, hingga Yesus. 

Rasa penasarannya terhadap Islam dia mulai mengunduh aplikasi Al Qur'an untuk bacaan ringan, dan sejujurnya itu tidak terlalu ringan sama sekali.

Dia mendapatkan kejutan ketika dia membaca beberapa ayat pertama surah Al Baqarah untuk pertama kalinya. Ayat tersebut menjelaskan tentang api Neraka, bagi yang tidak percaya, bagi yang melakukan dosa bagi yang tidak berdoa.

Jadi saya ingat ketika saya berbicara kepada seorang Muslim, dan bertanya kepadanya mengapa Al Qur'an terdengar begitu menakutkan ? Dan dia memberikan jawaban yang singkat dan masuk akal baginya "Bukankah Firman Tuhan harus seperti itu ? Saya benar-benar binggung. Katanya. Dia menganggap bukan buku yang menyatakan aturan demi aturan seperti orang tua yang berwibawa (yang akhirnya saya temukan tidak demikian, tetapi lebih pada nanti).

Jadi saya berhenti membaca Al Qur'an, dan aplikasi itu terlupakan untuk semantara. Kembali ke Monoteisme sejati namun Tuhan belu selesai dengan saya. Pertanyaan-pertanyaan yang saya miliki sejak saya masih muda (tetapi tidak pernah mau repot-repot bertanya) mulai muncul kembali, salah satunya tentang Trinitas. Dan kali ini, saya punya jawaban.

Benar, jawaban logis dalam Islam bahwa betapun saya ingin meragukan, saya tidak bisa. Namun saya tetap keras kepala, saya tidak dapat melihat bagaimana Alkitab dapat dipalsukan dari waktu ke waktu dan terjemahan, dan saya masih ingin mencari jawaban dari perspektif Kristen. Saya masih percaya bahwa Alkita adalah kebenaran. Atas dorongan itu dia mencoba membaca Alkitabnya. 

Perlahan dia mulai membaca Alkitab mulai dari awal sampai akhir. Dia mengatakan bahwa dia membaca Alkitab dengan pemahaman dasarnya sendiri, dan dengan keyakinan penuh bahwa setiap kalimmat adalah benar dan tidak rusak. Saya membacanya tanpa mencari makna metaforis yang mendasarinya. Dan saat saya membaca, kebenaran menjadi semakin jelas.

Kebenaran nya sangat logis dan nyata apa yang disampaikan dalam Alkitab, faktanya Yesus tidak memanggil kita untuk menyembah Dia, Dia memanggil kita untuk menyembah Tuhan. Tidak sekalipun saya melihat jejak Trinitas dalam Alkitab (berhenti menghubungkan pola!). Jadi saya membaca lebih banyak, artikel sejarah (dimana saya bisa yakin tidak ada bias), beberapa situs Kristen yang benar-benar berbicara tentang sejarah konsep Trinitas (mereka sulit ditemukan, tetapi saya yakin mereka tidak akan mengatakannya hal-hal yang akan merusak iman.

Tidak ada komentar