ADS

Meskipun Jari-Jarinya Dipotong Oleh Ayahnya Tak Menghalanginya Masuk Islam

Share:

 


Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya. QS. Ali Imran ayat 19.



Ayat ini menegaskan tentang kebenaran Islam yang inti ajarannya adalah tauhid. Sesungguhnya agama yang benar dan diridai di sisi Allah ialah Islam, yang inti ajarannya adalah tauhid. Tidaklah berselisih orangorang yang telah diberi Kitab, yakni para penganut Yahudi dan Nasrani, terhadap kebenaran Islam, kecuali atau justru setelah mereka memperoleh pengetahuan tentang hal itu, bukan karena ketidaktahuan.

Ayat Kursi Untuk Status IG dan WA

Demikian ini, karena adanya rasa kedengkian di antara mereka terhadap karunia yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir. Padahal, barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, baik yang tertulis maupun yang tak tertulis, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya terhadap amal-amal hamba-Nya. https://www.pintuhidayah.com/

Makanya tidak heran banyak para mualaf masuk Islam meskipun resiko yang mereka hadapi akan kehilangan semuanya, baik harta dan benda, keluarga, dan sebagainya tak mengurangi rasa niat mereka untuk tetap masuk Islam.

Seperti yang dialami seorang mualaf asal Tiongkok. Dia menceritakan kisah perjalanjannya masuk Islam kepada Sheikh Abdul Wahab Saleem di Masjid Iron. Kisahnya masuk Islam tidak lah mudah baginya, karena keluarganya tidak setuju atas keputusannya. Sebelum masuk Islam dia adalah seorang Budha keturunan Tionghoa.

Baca Juga : Seorang Pastor Asal Brasil Masuk Islam, Alasannya : Yesus adalah Seorang Muslim Ini Buktinya

Meskipun dapat ancaman dari keluarganya tidak mengurangi rasa niatnya untuk tetap masuk Islam. Setelah dia masuk Islam, ayahnya yang mendengar kabar bahwa anaknya masuk Islam, spontanitas ayahnya marah tanpa ragu dia memberi hukuman kepadanya sebagai pembangkang dari keluarganya ayahnya memotong jari tangan anaknya dan cacat seumur hidup.

Sheik menangis mendengar kisahnya sampai sekarang ketika saya mendengar kata-kata itu bergema di telinga saya dalam bahasa Inggrisnya yang patah-patah dengan aksen Cina. Terlepas dari ujian-ujian yang berat ini, ia terus-menerus merujuk kepada Allah dengan mengatakan, "Subhānah Wa Ta'ālā". Beberapa mampu memegang teguh keyakinan mereka meskipun banyak ujian dan yang lain gagal total meskipun setiap kemudahan dan kenyamanan hidup yang ditawarkan.

Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar diberikan kemudahan dan pahala yang berlipat ganda atas cobaan yang dialaminya untuk tetap istiqomah dalam keimanannya.


Tidak ada komentar