ADS

Pendeta Katolik AS Masuk Islam : Dia Meninggalkan Agamanya Karena Dia Tidak Percaya Apa Yang Di Sampaikan

Share:


Islam paling cepat perkembangannya di Amerika Serikat, bahkan seluruh dunia islam terus menjadi perbincangan banyak kalayak. Bagaimana tidak mereka yang masuk Islam adalah orang-orang yang berpengaruh sebut saja Uskup Agung, Pendeta, Pastor, Biarawati, Suster, Artis, dan banyak lagi yang tidak bisa kita sebutkan satu-satu disini. https://www.pintuhidayah.com/



Kenapa banyak pendeta yang masuk Islam ? 

Baca Juga : Mantan Uskup Homa Bay dan Jemaatnya Masuk Islam

Salah satu alasan mereka masuk Islam, karena menemukan jawaban setelah mereka mempelajari Al Qur'an. Mereka juga mengatakan Islam adalah agama yang rasional dan universal, bisa diterima dengan akal sehat. 

Seperti kisah seorang Pendeta asal Amerika Serikat "Fenter" mengumumkan bahwa dirinya telah memeluk agama Islam. Kisahnya banyak mengejutkan banyak pihak terutama dari keluarganya sendiri. Berikut kisah perjalanannya menuju Islam. 


Lahir pada tahun 1955 di negara bagian Carolina Utara Amerika Serikat dan dibesarkan di Los Angeles. Craig dibesarkan dari keluarga Kristen Katolik yang taat. Orang tuanya menginginkan anaknya menjadi seorang pendeta. Craig disekolahkan di sekolah Katolik dengan harapan cikal bakal ilmu yang didapatkan di sekolah itu bisa mengantarnya menjadi seorang pendeta.

Sebelum mengenal Islam, Craig adalah seorang imam dan seorang Dosen agama beberapa universitas di Amerika Serikat selama satu dekade. Seiring waktu berjalan Craig mulai menyadari bahwa dirinya dalam kekosongan spritual. 


Dia mengatakan : "Saya percaya pada Tuhan tetapi ada sesuatu yang tidak beres. Informasi yang saya ajarkan kepada murid-murid saya setelah itu tidak masuk akal bagi saya. Jadi saya menghabiskan sebagian besar hidup saya untuk mencari. Saya dulu mengajar di seminari, tetapi saya tidak percaya apa yang saya sampaikan." Saat itu dia mulai meninggalkan agamanya dan mulai mencari-cari agama yang mana yang benar.

Kisah perjalanannya masuk Islam berawal ketika ia berada di San Francisco pada tahun 2004 menghadiri Konferensi Perdamaian Dunia dan secara tidak sengaja dia bertemu dengan Esin Cekebi Bayru, cucu perempuan Rumi generasi ke 22.dan Esin mengundang Craig untuk berkunjung ke negaranya Turki.

Pada tahun 2005 Craig berkunjung ke Turki atas undangan Esin dan di sinilah seorang pendeta seorang dosen agama di beberapa universitas mulai menemukan suatu jalan kebenaran yang selama ini dia cari-cari. Kesempatan ini tidak di sia-siakan Craig, selama tinggal di Turki dia mulai mempelajari Al Qur'an dan sejarah Islam.

Pada Tahun 2006 dia memutuskan masuk Islam dan dia memutuskan untuk menetap di Turki dia mengatakan bahwa Turki lebih baik daripada tinggal di Amerika Serikat Dissat kepindahannya seorang darwis muda (pengikut Rumi) bertanya tentang keluarganya dan dia berkata : Orang tua saya sudah meninggal." Dia menatapku dan berkata :'Kami adalah keluargamu."

Suatu ucapakan yang menyentuh hatinya dan itu adalah salah satu hal yang terpenting bagi saya untuk menetap di sini. 

Tidak ada komentar