ADS

Mengemparkan : Seorang Uskup Agung Mengumumkan Dirinya Masuk Islam Karena Surah Al Ikhlas

Share:

 

Foto oleh Rene Asmussen dari Pexels


Seorang Uskup Agung  Martin John mengemparkan seluruh dunia atas pengumumannya di depan jemaatnya sendiri. Dia mengatakan bahwa dirinya telah masuk Islam dan meninggalkan agama Kristen dan keluar dari jabatannya sebagai Uskup Agung. Spontan saja para jemaat yang hadir tersentak kaget bagaikan tersambar petir di siang bolong. Bagaimana tidak, sebelum mengumumkan keislamannya, dia sempat mengeluarkan alat musiknya dan menyanyi. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan pada dirinya. Setelah selesai memainkan diapun mengumumkan bahwa dirinya sudah masuk Islam. Mulai hari ini dan seterusnya dia tidak akan hadir lagi sebagai Uskup Agung di Gereja ini. Tanpa ada unsur paksaan dari siapapun dan sadar apa yang dikatakan bahwa dia sudah mantap untuk masuk Islam. 



Mereka tidak percaya atas pernyataan Uskup Agung bahkan mereka memanggil polisi untuk di tangkap karena sudah dianggap gila. Tak berapa lama kemudian polisi datang untuk menangkapnya dan menjebloskannya ke dalam penjara. https://www.pintuhidayah.com/


Sheik Ahmed Sheik datang untuk menyelamatkannya dan mengakuinya bahwa dia yang telah mengislamkanya.  

Apa yang menyebabkan Seorang Uskup Agung masuk Islam ? Inilah kisah perjalanan seorang Uskup Agung asal Uganda Martin John.

Dia lahir pada tanggal 22 Februari di Burkabo, sebuah daerah yang berbatasan dengan Uganda dan dibesarkan dari keluarga Kristen yang taat. Orang tuanya sangat menginginkan anaknya menjadi seorang imam. Untuk mempersiapkan cikal bakal anaknya, orang tuanya memasukkan anaknya sekolah teologi.


Orang tuanya selalu berpesan kepadanya dan menyatakan "bahwa dia ingin saya menjadi imam. "Anakku, sebelum aku meninggal dunia, aku akan senang jika kamu bisa menjadi seorang imam", Permintaan ayahnya tidak dapat di tolaknya. Dia mengatakan bahwa kehidupan di Uganda tidak seperti di Eropa, bebas dengan pilihan hidup setelah mereka usia 21 tahun ketas. Sedangkan di Uganda, anak-anak diajarkan untuk menghormati kehendak orang tua mereka diatas keingingan mereka sendiri.

Dia pun berangkat ke Inggris untuk mengambil diploma dalam Administrasi Gereja, dan setahun kemudian berangkat ke Jerman untuk mendapatkan gelar BA. Dia pun berhasil menamatkannya studinya, setahun kemudia dia diangkat menjadi penjabat Uskup.


Tak berapa lama kemudian dia sekolah lagi untuk mengambil Master. "Dia mengatakan : "Selama ini saya hanya melakukan tanpa bertanya. Saat itulah dia mulai mengambil gelar doktornya. Namun dia mulai bertanya dan mencari kebenaran yang selama ini dia tidak pernah bertanya. Sejak itulah dia mulai melakukan penelitian semua agama termasuk agama Islam.

Saat dalam pencarian dia mendapatkan salinan Al Qur'an. Sebuah ayat yang telah mengubah pandangannya, sebuah ayat yang menjadi pikirannya sepanjang hari, Sebuah ayat yang selalu terlintas dalam pikirannya. Dia mengatakan : "Ayat pertama yang saya temukan adalah. "Katakanlah : Dia adalah Allah, Yang Satu-satunya; Allah Yang Kekal, Mutlak; Dia tidak beranak dan tidak beranak; Dan tidak ada yang seperti itu. kepada-Nya ? (Surat Ikhlas). 

Ayat itu menjadi referensi dia sebaga tesis doktornya, Saat itulah dia menemukan bahwa A Qur'an adalah satu-satunya kitab suci yang tidak dirusak oleh manusia sejak diturunkan.  Dia mengatakan : "Saya tidak peduli apakah mereka memberi saya gelar doktor atau tidak - itu adalah kebenaran, dan saya sedang mencari kebenaran."

Di saat dalam kebingungan mencari kebenaran, dia mencoba bertanya kepada seorang Profesor Van Burger. Martin John bertanya kepadanya : "dari semua agama di dunia, mana yang benar'. Islam, Jawabnya. John kaget atas jawaban temanya, karena dia bukan seorang Muslim.  

Kenapa Islam agama yang benar menurutnya, rasa penasaran terhadap jawaban temannya dia mencoba bertanya kembali apa alasannya. Kemudian dia berkata kepada John. Alasan pertama dia benci orang Arab dan kedua takut miskin karena dia tidak mau semua hartanya diserahkannya kepada Islam. Semua ini muncul dalam imajinasinya. 

Satu tahun berlalu, namun jiwa John masih terombang-ambing. Ayat-ayat Al Qur'an terus muncul dalam pikirannya, orang-orang berpakaian putih terus berdatangan, "terutama pada hari Jumat. Rasa gelisanya terus menghantui dirinya, tidak tahan hidup seperti ini, untuk menjawab rasa gelisahnya dia memutuskan untuk masuk Islam. Mimpi-mimpinya telah membimbingnya masuk Islam. Rekanya bertanya kepadanya. Bukankah itu takhayul orang Afrika ?. Tidak, saya tidak percaya bahwa semua mimpi itu buruk. Ada yang membimbing Anda ke arah yang benar dan ada yang tidak, dan yang ini, khususnya, membimbing saya ke arah yang benar, menuju Islam. Katanya.

Setelah dia masuk Islam, reaksi pertama yang didapatkan pihak gereja melucuti semua hartanya, rumah, mobil dan sebagainya. Begitu juga dengan keluarganya tidak bisa menerima. Dia telah memaafkan mereka. 

"Mereka hanyalah orang-orang tua yang tidak tahu. Mereka bahkan tidak bisa membaca Alkitab... yang mereka tahu hanyalah apa yang mereka dengar dari pendeta yang membacakannya."

Sumber : www.usislam.org

Tidak ada komentar