ADS

Kisah Seorang Mualaf Asal Amerika Serikat Menangis Saat Pertama Kali Mendengar Adzan

Share:


Perkembangan Islam di Amerika sampai saat ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Meskipun sampai saat ini masih banyak anti-Muslim di negara adi daya Amerika Serikat. Meskipun demikian tidak mempengaruhi warga Amerika Serikat untuk memilih Islam sebagai agama yang diyakininya. https://www.pintuhidayah.com/

Mereka berbondong-bondong masuk Islam, diliputi berbagai latar belakang mulai dari artis, aktor, intelektual, ilmuwan dan islamofobia atau pembenci islam. Mereka masuk Islam tanpa ada unsur paksaan ataupun unsur ekonomi dan politik, mereka masuk karena sebuah hidayah yang mereka dapatkan dari Allah.





Seperti yang dialami soerang mualaf wanita asal New Hampshire, Amerika Serikat. Sebuah kota kecil yang letaknya di negara bagian yang sangat kecil di Timur Laut negara itu. Mayoritas penduduknya adalah Kristen kulit putih. 

Dia mengalami hidup yang sangat prihatin sekali, yang mana kehidupan keluarganya sangat miskin sekali. Ibunya sering membawanya ke Gereja untuk bisa makan, karena Gereja sering melakukan memasak makanan untuk orang miskin di kota itu.


Gereja adalah bagian dari hidup saya katanya,  dan saya masih ingat kalau tidak salah usia saya pada saat itu sekitar 5 atau 6 tahun. Saya berjalan sendiri menuju Gereja di kota itu.  Orang-orang gereja menuntun saya di bawah naungan mereka dan mereka mengajar saya tentang agama Kristen, pengenalan Tuhan, Al Kitab dan sebagainya. Begitulah hari-harinya saya lakukan setiap harinya hingga saya meranjak dewasa. 

Ketika saya memasuki usia 15 tahun, saya merasakan hidup ini mulia membosan apalagi tinggal disebuah kota kecil. Kekosongan hidup serta pengawasan orang tua yang sangat minim membuat hidup saya menjadi liar; Kehidupannya yang liar membuatnya hamil muda di usia 15 tahun dan di usia 19 tahun dia sudah mempunyai dua anak perempuan.


Sebagai ibu tunggal yang mengurus dan menafkahi kedua anaknya. Meninggalkan kehidupan masa lalu yang mana kehidupan yang lalu adalah pilihan yang salah dan dia mengatakan saya terus bekerja keras dan mencoba untuk yang terbaik buat putri-putri saya. Dia juga mengatakan "Saya bekerja sangat keras; terkadang dua atau tiga pekerjaan sekaligus. Meskipun sudah kerja keras namun kami masih kekurangan. 

Perjalanannya menuju Islam di awali sebuah peristiwa 9/11 yang menewaskan ratusan orang digedung WTC Amerika Serikat. Sejak peristiwa itu Tammy mulai mengikuti perkembangan Islam di media televisi maupun radio. Dia sangat serius menonton berita mengenai Islam dan di radio.  MMeskipun dia mengetahui tentang Islam di media televisi dan radio tapi pada kenyataannya dia belum pernah bertemu seorang muslim atau bertatapan muka dengan orang muslim secara langsung.


Dia menduga seorang Muslim adalah orang Arab, Satu-satunya informasi dia miliki adalah apa yang Fox News katakan dan apa Fox News tunjukkan kepadanya. Informasi sepihak yang dia  dapatkan dari Fox News mengaggap dirinya lebih mengetahui tentang Islam dibanding dengan yang lain. Dia menyadari bahwa dirinya sama sekali belum mengenal Islam.

Siring waktu berjalan 20 tahun kemudian, kedua putrinya baru saja lulus dari sekolah menengah atas. Seperti biasa kehidupan di Amerika setiap anak yang sudah lulus mereka ingin sekali memiliki kebebasan di luar aturan orang tua. Kedua putrinya sudah memiliki pekerjaan tetap dan mereka memutuskan pindah ke apartemen mereka sendiri.

Setelah kedua putrinya pergi meninggalkan rumahnya, kehidupan mulai terasa sunyi. Tiada teman curhat dan tiada yang menyiapkan makanan untuk kedua putrinya membuatnya depresi berat dan kehilangan pekerjaannya.

Disaat mengalami depresi berat dia mencoba mengisi kekosongan rohani dan membutuhkan arahan dari orang lain. Saya menghabiskan waktu di ruang obrolan Kristen dan Muslim berharap menemukan bimbingan. Tidak membutuhkan waktu yang lama dia mendapatkan teman curhatnya dan secara kebetulan dia adalah seorang Muslim.

Saya mulai menceritakan kesuilitan saya kepadanya, meskipun dalam penyampaian saya marah-marah kepadanya, dia tetap mendengarkan kesulitan saya. Setelah selesai berbicara kemudian dia (muslim) menawarkan bantuan kepada saya. Dan dia mengirim uang kepada saya untuk bisa kembali ke kampung saya. Namun dia tidak mentah-mentah menerima kabaikannya. Dia mengatakan saya telah menyebar kebencian terhadap Islam dan orang ini justru mengulur tangan untuk membantu saya. Tindakan ini mengubah jalan hidup saya. 

Setelah kembali ke kampungnya, dia merasakan beban berat yang dipundaknya mulai menghilang, hatinya mulai berubah. Saat itu dia mulai menonton video-video tentang Islam, khususnya kisah-kisah mualaf. Dia menyadari bahwa dirinya salah menilai tentang Islam dan Muslim. Perlahan dia mulai mehamami Islam dan bisa menerima Islam. Sebulan kemudian saya menjelaskan kepadanya (muslim) bahwa saya sedang belajar tentang Islam. Dalam obrolan itu dia mengundang saya untuk datang ke Mesir, tempat asalnya.

Tanpa ada keragaguan dia berangkat ke Mesir, setiba di Mesir saya sangat kagum, Mesir tidak seperti yang pernah saya alami sebelumnya. Dia menangis setelah mendengar adzan di Mesir, dilihatnya orang-orang berdoa di jalan-jalan, di toko-toko, dengan orang lain, di mana pun mereka berada mereka berdoa. Dia menangis menyaksikan itu. Mereka tidak malu dengan kasih mereka kepada Tuhan. Aku ingin itu. katanya. 

Islam mempunyai struktur seperti sholat 5 waktu, tidak boleh minum alkohol dan sex bebas. Alkohol membuat hidup saya berantakan. Alkohol tidak membawanya bahagia. 

Setelah 1 minggu di Mesir dia mengucapkan dua kalimat syahadat.Setelah masuk Islam hidupnya mulai berubah, yang dulunya hidupnya bersama alkohol, bebas kini sudah berhenti. Dia berpesan " Kebaikan yang Anda berikan dapat mengubah hidup seseorang." berbuatlah kebaikan kepada orang lain.

Tidak ada komentar