ADS

Mantan Pendeta Ortodoks Vladislav Sohin Kisahnya Berawal Dari Sebuah Literatur Islam

Share:

 

Fakta yang mereka temukan kadang sulit untuk menerimannya. Hal ini disebabkan banyak faktor salah satunya takut menerima sesuatu yang baik bukan takut karena sesuatu hal yang buruk. Seperti yang dialami seorang Pendeta Vladislav Sohin selama bertahun-tahun dia terus mencari kebenaran. Yang pada akhir dari perncarian terhenti karena dia menemukan sebuah agama yang benar yaitu Islam.

 

Dalam sebuah wawancaranya di dunyabulteni dia menceritakan kisahnya mengapa dia mendedikasikan hidupnya untuk gereja dan apa yang terjadi setelah itu yang mengecewakannya dalam kekristenan ?

Baca Juga : Mengemparkan : Seorang Uskup Agung Mengumumkan Dirinya Masuk Islam Karena Surah Al Ikhlas

Dia menceritakan kisah perjalannya kenapa dia mau menjadi seorang pendeta Ortodok. Hal yang biasa yang dilakukan sebagai anak wajib di Baptis dan dilepaskan kedalam air Salib. Ketetarikannya untuk menjadi seorang pendeta, karena rasa ingin tahu dan penasaran kepada semua manusia. Kenapa orang percaya kepada Tuhan ?. Alasan inilah yang menjadi terlintas dalam pikirannya, untuk belajar agama yang lebih dalam lagi. Untuk memenuhi syarat semuanya Vladislac Sohon memutuskan untuk belajar teologi. Setelah lulus dari sekolah teologi dia melanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi lagi di Fakultas Teologi di Universitas Negeri Kursk selama empat tahun dan dia lulus sebagai sarjana teologi.

Setelah lulus Sohin diangkat menjadi seorang pendeta di Gereja Ortodoks di Rusia. Selama enam tahun menjadi pendeta banyak hal yang dia saksikan baik yang positif maupun yang negatif.  Dia menilai bahwa tidak sesuatupun di luar yang dapat mengendalikan manusia. Karena ada orang dimana-mana dan mereka hidup dengan negatif karena kelemahan mereka. Meskipun ada faktor eksternal dalam agama dan pada akhirnya itu adalah intuisi esoteris. Meskipun dia tidak begitu peduli dengan masalah itu, namun seiring waktu berjalan faktor eksternal dalam agama dan esoteris mulai menganggu pikirannya. https://www.pintuhidayah.com/

 Baca Juga : Kisah Satu Keluarga Masuk Islam: Melalui Islam Tuhan Menyelamatkan Kedua Anak Saya Dari Kekerasan

Rasa ingin tahunya terhadap sebuah agama yang dipelajari selama enam tahun, namun ada yang menganjal dalam pikirannya. Dia mulai belajar sejarah gereja-gereja Kristen dan sejarah dogmatis gereja. Selama dia mempelajari sejarah gereja dan dogmatis gereja, semakin banyak yang di ketahui semakin banyak informasi yang dia dapatkan semakin banyak pertanyaan kebenaran Alkitab..Dia mulai berpikir asal mula Trinitas. Suatu hal yang sangat sulit untuk dijelaskan, mencoba mencari jawaban selama dia sekolah teologi. Dia menemukan jawaban atas sebagian besar pertanyaannya. Dan sampai pada kesimpulan bahwa satu-satunya kepercayaan yang dapat dipilih seseorang untuk dirinya sendiri adalah percaya pada "Satu Tuhan"

Dia menyadari bahwa mempercayai satu Tuhan bertentangan dengan kepercayaan monoteistik dalam Alkitab. Namun bukan tanpa sebab dia mengatakan seperti itu karena dia sudah mempelajari kitab suci secara mendalam. Bahkan dalam Perjanjian Baru sendiri dia melihat banyak kontradiksi. Dia juga mengatakan   banyak bagian dari Perjanjian Baru tidak memiliki penulis tunggal.

Baca Juga : Kisah Seorang Mualaf Asal Amerika Serikat Menangis Saat Pertama Kali Mendengar Adzan

Dia menceritakan bagaimana kisahnya pertama kali mengenal Islam, karena di kotanya sepanjang hidupnya dia tidak pernah menemukan mesjid. Awal pertama kali dia mengenal Islam ketika dia menemukan literatur Islam. Dia beranggapan apa yang di tulis itu salah.

Penasaran dengan literatur tersebut, dia mulai mencoba untuk mencari seorang muslim untuk mencari jawaban namun sayang sekali dikotanya tidak ada satupun orang muslim di kota itu.

Dia mencoba bertanya kepada penduduk setempat tentang kepercayaan mereka, setelah selesai bertanya diapun mulai mempelajari Islam lebih detail lagi dan berkunjung tempat-tempat Islam dan membaca Al Qur'an. Dia mengatakan selama berkunjung di kota Iran banyak pertanyaannya kepada cendikiawan muslim di Iran dan mengajukan pertanyaan yang menarik baginya. Setelah menerima jawaban dari cendikiawan Muslim pada kesimpulan akhirnya dia memutuskan bahwa Islam satu-satunya agama tauhid yang benar.

Tentu tidak mudah untuk memulai sesuatu yang baru, teman-temannya mencoba untuk mempengaruhinya, namun dia mengatakan biarkanlah aku belajar Islam. Semoga tetap istiqomah.

 

sumber: islam.ru


Tidak ada komentar