ADS

Kisah Satu Keluarga Masuk Islam: Melalui Islam Tuhan Menyelamatkan Kedua Anak Saya Dari Kekerasan

Share:
Gambar oleh sumopic dari Pixabay 

Kisah seorang mencari kebenaran kadang membutuhkan waktu yang sangat lama, kadang hidayah itu datang lewat teman, anak, keluarga, mendengar azan dan sebagainya. Mereka adalah pilihan yang telah dibuka pintu hatinya untuk memeluk agama Islam. https://www.pintuhidayah.com/

Setelah mereka masuk Islam banyak perubahan dalam kehidupan mereka yang dulunya banyak digandrungi berbagai masalah, seperti depresi, narkoba, tidak bahagia, keraguan dan banyak lagi yang menyebabkan mereka keluar dari agama Kristen. Semantara di Islam mereka menemukan kebahagian, ketenangan hidup, hidup lebih terprogram.  




Begitu juga dengan kisah perjalanan seorang ibu asal Kolombia sangat mengharukan dan sangat menyentuh hati bagi pemirsa yang membacanya.  Kisahnya dapat menjadi inspirasi buat kita semua. 



Bella tidak tahu harus berbuat apa. Dia telah melakukan berbagai cara untuk menyadari anaknya. Disaat keputusasaan Jorge anaknya pulang kerumah, namun Bella melihat Jorge tidak seperti biasanya, dia melihat Jorge ada perubahan dalam dirinya terutama di wajahnya. Biasanya Jorge pulang ke rumah dalam kondisi mabuk, rokok, bau alkohol dan sebagainya. https://www.pintuhidayah.com/

Bella mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan anaknya Jorge, Bella mengikuti anaknya dan duduk disamping anaknya. Bella menanyakkan kepadanya apa semuanya baik-baik saja dan dia berkata ya, ibu. Tapi bella melihat wajah anaknya sedikit lebih bercahaya dan lebih bersih dibanding yang dulu. Saya duduk disampingnya di tempat tidurnya, kemudian Jorge berkata bahwa dia sudah berhenti obat-obatan terlarang dan merokok. 



Saya sangat senang mendengarnya. Harapan saya sebagai orang tua mengharapkan anak-anaknya keluar dari ketergantungan narkoba dan itu adalah doa saya sepanjang hari. Dan hari ini saya mendengar sendiri dari perkataan anak saya bahwa dia sudah berhenti semuanya. Saya hanya mengatakan kepadanya bahwa itu adalah ide yang bagus kemudian dia meninggalkan kamarnya.

Sejak itu Jorge menghabiskan sebagian besar waktunya di kamarnya. Terkadang dia pergi dengan seorang teman yang menjemputnya dari rumah.


Temannya sangat sopan sekali, santun dalam bahasa sopan dalam berbicara, temannya memakai kain putih cerah dan kopiah kecil dan dia tersenyum dengan saya. Saya melihat wajahnya seperti ada cahaya yang bersinar darinya.

Mereka sangat serius, mereka berbicara tentang Tuhan dan Yesus. Kemudian Jorge mendekatinya saya dan menceritakannya kepada saya bahwa dia sudah masuk Islam. Bella kaget dan tidak percaya apa yang dikatakan anaknya. Kemudian dia mengatakan "Bukankah Muslim itu teroris ? "Saya benar-benar binggung dengan situasi ini. Saya mencari kesibukan membersikan meja dan cuci piring, kemudian saya suruh mereka pergi.

Saya masuk ke kamar saya dan duduk didepan kuil kecilku. Saya berdoa itu sangat aneh. Dan rasanya pertama kali saya berbicara langsung dengan Tuhan dan meminta bantuan-Nya. Biasanya saya berdoa kepada Santa Maria Tapi kali ini berbeda. Saya memohon kepada Tuhan untuk membantu saya, membantu anak-anak saya dan keluarga saya. 

Saya sangat khawatir terhadap anak saya Jorge, dia tidak pulang beberapa hari. Saya bertanya-tanya pada diri saya "Apakah saya mendorongnya untuk kembali ke gaya hidup lamanya ? Jorge telah berubah banyak, kini dai minum alkohol, rokok tidak berkelahi. Apakah ini semua karena dia menjadi Muslim ?

Saya mengenal banyak orang religius di desa lama saya yang masih melakukan hal-hal buruk, minum-minuman keras dan kemudia pergi ke gereja. Tapi agama yang disebut Islam ini baru saja mengubah anak saya menjadi orang baik. Saya tidak sabar menunggu dia pulang.  Sepanjang hari saya terus berdoa saya memohon kepada Tuhan untuk membawa pulang Jorge.

Setelah lebih dari dua minggu, Jorge kembali. Wajahnya bersinar dan dia memeluk saya seperti dia tidak pernah memeluk saya sebelumnya. Saya sangat senang penuh dengan kegembiraan dan harapan. Jorge meluangkan waktunya untuk duduk dengan saya. Dia menceritakan tentang Keesaan Tuhan, dan Yesus adalah Nabi Tuhan dan bukan anak-Nya. Jorge mengatakan kepada saya "Apakah ibu mau masuk Islam. Saya mengatakan kepadanya bahwa ibu membutuhkan waktu untuk bisa masuk Islam.

Jorge tidak mempermasalahkan atas pilihan ibunya, Jorge hanya bisa berharap semoga ibunya mendapatkan hidayah dari Allah. Setelah setengah tahun berlalu, Islam telah mengubah segalanya terhadap anakku, Islam telah membawanya lebih religius, Islam telah membuat wajahnya lebih bercahaya. Alhamdulillah saya menerima Islam.

Tidak beberapa lama anak saya yang kedua keluar dari penjara dan saya menjelaskan kepadanya tentang Islam. Dan alhamdulillah tidak membutuhkan waktu yang lama anak saya masuk Islam. Moment ini adalah moment yang terindah dalam hidup saya.  Alhamdulillah.

Melalui Islam, Tuhan mengembalikan kedua putra saya yang luar biasa. Dia menyelamatkan mereka dari kekerasan dan kehancuran di jalanan.

Sumber : aboutislam

Tidak ada komentar