ADS

Fakta Ilmiah Dalam Al Qur'an Surah An-Nur Ayat 40 Yang Bukti Kebenaran Tak Terbantahkan

Share:

Gambar Pixabay

Semua orang tahu bahwa Al Qur'an diturunkan sebagai mukjizat penutup dari semua bentuk mukjizat sebelumnya yang menjadi bukti kebenaran para nabi dan rasul. Al Qur'an diturunkan oleh Allah swt yang berfungsi sebagai petunjuk bagi umat manusia dan sebagi pemberi peringatan kepada orang yang ingkar kepada Allah. https://www.pintuhidayah.com/

Dari sisi keilmuan, fakta ilmiah dalam Al Qur'an telah terbukti kebenarannya yang banyak ditemukan oleh para ilmuwan terkemuka. Fakta ilmiah yang mereka temukan tidak dapat diragukan lagi karena temuan mereka sesuai dengan ilmu pengetahuan.

 Baca Juga : Sebuah Penelitian Seorang Ilmuwan Terkemuka Membuktikan Kebenaran Al Qur'an Hasilnya Mengejutkan

Salah satu fakta ilmiah yang dijelaskan dalam Al Qur'an adalah mengenai laut dan samudra. Dalam Al Qur'an terdapat 32 ayat yang menyebutkan kata laut. Salah satunya QS. An-Nur Ayat 40 Allah berfirman : https://www.pintuhidayah.com/

Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, diatasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.

 


Dari ayat diatas sama persis apa yang dialami seorang pelaut non Muslim ketika dia mengalami badai ditengah laut. Kisahnya masuk islam berawal dari pertemuannya dengan seorang muslim ketika itu mereka berada di tengah-tengah laut. Seorang muslim memberinya terjemahan Al Qur'an untuk dibacanya. Pelaut itu sama sekali buta tentang sejarah Islam. Dia menganggap sebuah buku tua yang datang lima belas abad yang lalu dari gurun pasir hanya berisikan cerita tentang gurun. Namun setelah dia membaca semua isi Al Qur'an dan dia menemukan fakta ilmiah dalam Al Qur'an bahwa itu tidak menyerupai apa yang dia pikirkan. Justru Al Qur'an tanpa disadarinya tanpa dia rasakan, Al Qur'an telah mengubah pandangannya selama ini dia berasumsi bahwa Al Qur'an adalah buku tua yang berasal dari gurun pasir.

Baca Juga : Fakta Ilmiah Dalam Al Qur'an Meruntuhkan Kekufuran 

Setelah dia selesai membaca Al Qur'an dia membawanya kembali Al Qur'an dan bertanya kepada seorang Muslim, "Muhammad ini, apakah dia seorang pelaut ? Tidak, Muhammad tinggal di padang pasir jawab seorang Muslim.  Dia sangat terkesan kepada Al Qur'an sebuah buku yang lama telah membuka mata hatinya yang selama ini dia menganggap Al Qur'an hanya berisikan tentang gurun pasir.  Diapun juga kagum dengan Nabi Muhammad saw seorang yang tidak mampu membaca dan menulis. Sifat ummi yang dimiliki Nabi Muhammad saw ini juga dikuatkan dalam Surah Al-Ankabut ayat 48 yang artinya, "Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Qur'an), sesuatu kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu, andai (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkarimu)."

 Dia juga mengakui fakta ilmiah dalam Al Qur'an yang disampaikan dalam Surah An-Nur ayat 40, apa yang  dijelaskan dalam Al Qur'an sama apa yang pernah di alami ketika dia mengalami badai laut.

Baca Juga : Bukti Al Qur'an Tak Terbantahkan Para Ilmuwan Barat

Atas dasar itulah yang membuatnya masuk Islam, Ini adalah salah satu contoh bagaimana Qur'an tidak terikat dan waktu tertentu. Tentu saja isi dalam Al Qur'an ini bukan karangan manusia. Temuan-temuan sain tentang lautan, ternyata telah diungkapkan di Al Qur'an sejak lima belas abad yang lalu.


Sumber : knowingallah.com

Tidak ada komentar