ADS

Ahli Matematika membaca Surah An Nisa ayat 82 mengunggah hatinya masuk Islam

Share:

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Al Qur'an adalah kitab suci yang diwahyukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad saw sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia yang beriman dan bertakwa dalam hidup dan kehidupannya.  Al Qur'an juga sebagai petunjuk lurus dan tuntutan hidup manusia agar umat Nabi Muhammad tidak tersesat jauh.  https://informasiduniaislam01.blogspot.com/

Sejak dulu, umat Nabi Muhammad saw telah mengakui betapa pentingnya mukjizat yang terkandung dalam Al Qur'an untuk di aktualisasikan. Maka dari itu, para ilmuwan berlomba-lomba mencari kandungan mukjizat Al Quran dengan meneliti segala segi, keajaiban, dan keistimewaan yang terdapat di dalamnya. 

Baca juga : Masuk Islam, Seorang Calon Biarawati Berawal Keinginan Ibunya Untuk Menikah

Di antara sederet ilmuwan yang mencoba meneliti Al Qur'an adalah seorang ahli matematika asal Kanada. Gary Miller adalah seorang ahli matematika dan dosen agama. Dia adalah seorang penginjil terkenal di Kanada berkat kecerdasannya dan bakatnya, dia menjadi pendukung penyebaran agamanya yang aktif dalam berbagai kesempatan. Dan dia juga termasuk memiliki ilmu pengetahuan yang sangat luas tentang kitab Injilnya. Dia pun juga sangat menyukai ilmu eksak dan ilmu maniq seperti ilmu matematika, ilmu nalar atau ilmu logika.

Pemikiran ilmiahnya tidak sejalan dengan ajaran agama yang di  yakininya. Banyak pertanyaan yang tidak bisa di jawab oleh pastur ataupun pendeta. Faktor inilah membuatnya untuk mencari agama yang bisa menjawab segala pertanyaan. Maka tak heran kalau dia seriang berpindah-pindah agama. Selama sembilan tahun dia tidak mendapatkan jawaban dari pemuka-pemuka agama soal ketuhanan. Merasa tidak puas dengan jawabannya dia meconba mempelajari Al Qur'an.

Baca juga : Masuk Islam Seorang Profesor Al Kitab Dari Uaniversitas Havard

Sekitar tahun 1977, Miller mencoba untuk meneliti Al Quran untuk pertama kalinya, dia mengujinya dengan cara yang sama seperti yang dilakukan dalam menguji kitab agama lain. Saat dia membaca Al Quran, banyak di temukannya ayat-ayat Al Qur'an yang masuk dalam pikiran logikanya. Dia terus membaca dan belajar Al Qur'an. Dia sangat berharap dengan Al Qur'an dapat menjawab pertanyaannya selama sembilan tahun menanti jawaban yang benar.  https://informasiduniaislam01.blogspot.com/

Selama belajar Al Qur'an Miller tidak melepaskan sikap kritisnya. Dia tetap mempertanyakan tentang ketuhanan dan ajaran-ajaran Islam yang di bawa oleh Nabi Muhammad saw. Dia juga menginginkan kebenaran jika Nabi Muhammad saw adalah utusan Tuhan. Dia berharap Al Qur'an bisa menjawab segala keraguannya.

Al Qur'an Menjawab Keraguan Miller

Perlahan tapi pasti Miller terus membaca ayat demi ayat,  dan betapa kagetnya dia begitu banyak Ayat-ayat Al Quran menjawab segala pertanyaannya. Dan ini lah Ayat yang membuatnya menjadi masuk Islam dan mengantikan namanya menjadi Abdul-Ahad Omar :

Lalu apakah mereka tidak merenungkan Al Qur'an ? Jika itu berasal dari (apapun) elain Allah, mereka akan menemukan di dalamnya banyak kontradiksi. ( Al Quran 4:82)

Jawaban tentang kegelisahan Miller ternyata ada dalam Al Quran Surah az-Zariyat ayat 52-53 :

"Tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila. Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas."

Selanjutnya Miller terus membaca Al Qur'an dan dia juga mencari tahu apa yang benar dan salah didalamnya. Faktanya yang didapatkan Al Quran adalah kitab yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena mendahului sain modern. Miller kemudian memberikan pernghormatan setinggi-tingginya kepada Al Qur'an.

Baca Juga : Mukjizat Al-Qur'an terhadap Syariat

Pada tahun 1978 dia memutuskan masuk Islam dengan nama Islam Abdul Wahid Omar. Dan dia mengundurkan diri dari pekerjaannya di departemen matematika dan lebih memilih berdakwa di Kanada.

 


 

Tidak ada komentar