ADS

Kisah Calon Biarawati Masuk Islam Saat Dia Mempertanyakan Agamanya

Share:

Gambar oleh Robert Cheaib dari Pixabay

Sebuah kisah yang menginspirasi datang dari calon birawati Rorima Aisha Kannar asal Miami, Amerika Serikat. Ia mengambil keputusan masuk Islam adalah hal yang sangat sulit, karena saya di besarkan dari keluarga Katolik yang sangat religus. Beriman kepada Tuhan dan takut kepada Tuhan adalah cara spiritualitas yang dia tanamkan dalam diriku. https://informasiduniaislam01.blogspot.com/

Berikut kisahnya....



Lahir di Kuba, namun besar di Miami, Amerika Serikat, ayah saya berasal dari pulai Kanai, dan ibu saya latar belakang dari Spanyol, mereka berdua lahir di Kuba. Kami tinggal di Kuba hanya sampai usia saya 5 tahun. Dan selanjutnya kami pindah ke Miami dengan perbekalan seadanya membuat kami sangat sulit untuk bertahan hidup di Miami, karena kami tidak punya keluarga disini, teman maupun kerabat dekat. Namun yang menghibur hati kami adalah kami di sambut hangat di sini, kami begitu senang tinggal di sini. Meskipun ada perbedaan budaya di sini.

Baca juga : Masuk Islam Seorang Profesor Al Kitab Dari Universitas Havard

Ayah saya sangat disiplin dengan peraturannya di rumah, terutama yang tidak biasa saya lakukan apa yang dilakukan anak-anak di sini. Anak-anak disini lebih bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan ya.... ada sedikit kekakuhan di sini, kata Rorima.

Semantara ibu saya sangat religus, seorang wanita yang takut dengan Tuhan. Kami banyak melakukan berbagai hal mulai dari pendidikan agama, cara kami beribadah dan banyak lagi. Ibu saya selalu berpesan kepada saya bahkan setiap hari dia selalu mengingatkan saya bahwa apa yang terjadi pada diri kita semua sudah kehendak Tuhan dan berserah diri kepada Tuhan. Cara penyampaiannya kepada saya adalah spiritualitas yang dia tanamkan dalam diriku.https://informasiduniaislam01.blogspot.com/

Saya juga berterima kasih kepadanya karena dia mengirim saya ke sekolah Katolik selama 12 tahun sampai saya lulus SMA dan itu merupakan pengalaman yang luar biasa bagi saya.

Selama saya di sekolah saya memiliki teman suster dan para birawati. Mereka orang-orang yang religus dan dekat dengan Tuhan. Mereka sangat peduli dengan orang lain, mereka sangat baik dan menghormati orang lain, saya suka cara mereka berinteraksi membuat saya tertari untuk menjadi birawati. Saya ingin seperti mereka berbagi kasih sesama lain, melakukan seperti mereka lakukan semua ada dalam pikirannya saya.

Baca Juga : Bukti Kebenaran Al Qu'ran Lima Tahap Pembentukan Janin

Saya sampaikan keingingan saya untuk menjadi birawati kepada ibu saya, dan saya akan memberikannya hadiah terbesar dalam hidupku dan itu merupakan kejutan besar baginya karena dia pernah berkata kepada saya bahwa dia menginginkan saya untuk menikah dan mempunyai anak. Pada saat itu saya berkata baik kepadanya saya tidak bisa melakukanya ini dan saat itu saya mulai mempertanyakan agama saya. Dan saya sampaikan kepadanya, saya akan menjadi misionaris di afrika dan itu membuatnya sangat kesal kepada saya. Dia tidak menginginkan saya pergi dari rumah atau jauh dari dia.

Langkah Awal Menemukan Islam

Tuhan mengirm saya beberapa orang dari Arab Saudi dan Suriah yang saya temui di Universitas Miami dan melalui hubungan ini saya bisa menemukan Islam. Saya diberi Al Quran kepada mereka dan saya membacanya. Dalam isinya banyak perbedaan anatara Al Quran dan Kitab yang saya punyai. Kemudian saya mulai mengalami interaksi dengan keluarga mereka yang saya temui di universitas, mereka adalah laki-laki tapi bagi saya tidak ada masalah.

Tuhan mengirim saya ibu mereka yang selalu datang dari Arab Saudi dan Suria, meskipun dia tidak berbicara bahasa Inggris dia tidak tahu bagaimana membaca atau menulis tapi dia adalah berkah terbesar dalam hidup saya.

Baca Juga : Aisha Rosalie, Masuk Islam Karena Suasana Tenang Di Mesjid Biru Turki

Hampir 10 tahun mereka tinggal di Miami saya sangat beruntung, saya mulai berpergian dengan keluarga mereka tentunya dengan para wanita. Selama 10 tahun saya berinteraksi dengan mereka saya merasakan agama Islam adalah sebuah agama antara Tuhan dan Manusia itu sendiri dan tidak ada orang lain yang harus melakukannya. Saya berkesimpulan bahwa agama Islam apapun yang dilakukan apapun yang saya pikirkan dan apapun yang aku rasakan dan pikirkan saya terhubung langsung dengan Tuhan berbeda dengan faham Katolik.

Dalam Katolik saya seperti seorang anak, menyakini konsep ketuhanan tri tunggal, saya merasa hal seperti itu tidak memiliki logika bagi saya, tidak ada penjelasan. Saya mencoba untuk pergi menemui para pendeta untuk mendapatkan jawaban. Banyak pertanyaan saya dan mereka tidak bisa menjawab. Mengapa saya harus pergi mengaku kepada manusia saat menjadi manusia berdosa kenapa dia harus yang memaafkan saya kepada tidak Tuhan Yesus sendiri, padahal Tuhan Yesus memiliki kuasa untuk mengampuni saya. 2 tahun saya berkelana untuk mencari jawaban, hampir semua pendeta saya temui tidak satupun pendeta bisa menjawabnya.

Ketika saya pertama kali bertemu mereka, saya sudah menginginkannya menjadi muslim karena saya menemukan kedamaian dan ketenangan dalam jiwa saya. Salain itu Islam menjawab semua pertanyaan saya. Alhamdulillah  saya mengambil syahadat di Suriah..


Penulis Redaksi : Andri

Tidak ada komentar