ADS

Kisah Mantan Penasihat Presiden AS Nixon Masuk Islam

Share:

Mendiang Presiden AS "Nixon" memiliki seorang penasihat bernama "Robert Crane". Dia memegang gelar doktor di bidang Hukum Publik. Kemudian gelar doktor dalam Hukum Internasional, kemudian dia menjadi presiden Harvard Society of International Law, dan penasihat Presiden AS Nixon untuk Urusan Luar Negeri, Wakil Direktur Dewan Keamanan Nasional AS. Dia dianggap sebagai salah satu ahli politik terkemuka di Amerika, dan pendiri Pusat Peradaban dan Pembaruan di Amerika serta fasih dalam enam bahasa. https://www.pintuhidayah.com/



Orang Pertama di Amerika Serikat

Crane lahir di Cambridge, Massachusetts, pada tahun 1945. Ayahnya dari suku Indian Cherokee, meski berasal dari kalangan suku Indian, namun keluarga besarnya pendidikan adalah sebagai prioritas yang di nomor satukan. Sedangkan Ibunya berasal dari daratan Eropa yang berimigrasi ke Wilayah Amerika. Keluarga besar ibunya dikenal publik Amerika sebagai salah satu penyokong finansial Universitas Northwestern. Jadi tak mengherankan jika Crane sejak kecil hingga dewasa sudah mendapatkan pendidikan yang memadai.

Baca Juga : Ahli Matematika membaca Surah An Nisa ayat 82 mengunggah hatinya masuk Islam

Pada usia 16 tahun ia masuk Universitas Havard untuk belajar bahasa Rusia sebagai langkah awal untuk menjadi jurnalis internasional. Pada tahun 1948, ia menjadi orang Amerika pertama yang diizinkan untuk belajar di Universitas Munich Jerman. Selama di Jerman ia mempelajari sosiologi agama dan menyiapkan sebuah buku tentang rezim totaliter dan seterusnya. Dinamika spiritual gerakan perlawanan terhadap rezim itu. https://www.pintuhidayah.com/

Sekembalinya ke Amerika Serikat, Dr. Crane mendapatkan gelar B.A. dari Northwestern University, Evanston, Illinois, pada tahun 1956, dengan predikat summa cum laude, dan J.D. dari Havard Law School, Cambridge, MA. Tesisnya berjudul "Akomodasi Etika di Arbitrase Komersial Internasional" dan diterbitkan dalam Jurnal Arbitrase, Musim Gugur 1959. Di Havard, ia juga mendirikan Havard Internasional Law Journal dan bertindak sebagai presiden pertama dari Havard International Law Society.

Diangkat

Pada tahun 1963 Crane di panggil oleh Presiden Amerika Serikat Richard Nixon untuk di jadikannya sebagai penasihat presiden untuk urusan politik luar negeri. Tugas utamanya pada saat itu adalah mengumpulkan artikel-artikel terbaik pada setiap pokok persoalan dan menggabungkan semua artikel tersebut manjadi buku ringkasan untuk di baca oleh Nixon.

Baca Juga : Masuk Islam Seorang Profesor Al Kitab Dari Universitas Havard

Salah satu artikel yang menjadi objek penelitian Nixon salah satunya adalah mengenai agama. Nixon tertarik untuk mengentahui tentang Islam. Ia meminta Crane segera lakukan penelitian terhadap agama Islam. Perintahnya dilaksanakan, tetapi penelitian membutuhkan waktu yang lama.

Crane mengatakan bahwa saaat itu saya telah membaca sedikit tentang Islam, sebab saya pikir Islam akan menjadi sekutu Amerika Serikat yang paling kuat dan tahan lama untuk melawan Komunisme. Sebab kami berdua, saya dan Nixon, memandang Komunisme sebagai ancama dunia.

Crane mengakui sangat membeci Islam, ia beranggapan Islam hanya bahwa Muslim yang baik harus membunuh orang Kristen dan surga orang Muslim sepeerti rumah pelacuran. Dan katakan pada Nixon gunakan Islam sebagai sekutu untuk melawan komunis. Saya pikir Islam adalah agama yang menjijikkan, Islam kami gunakan sebagai senjata untuk melawan komunis.

Perubahan Terjadi

Amerika Serikat bergema dengan keputusan Crane, seorang penasihat Presiden Amerika Serikat Richard Nixon, seorang tokoh politk Amerika Serikat yang dulunya sangat membenci agama Islam, bahkan Islam dijadikan sebagai senjata AS untuk melawan komunis. Crane memutuskan untuk menjadi seorang Muslim. Why ? what happened to Crane ? Seluruh Amerika bertanya-tanya apa yang terjadi dengan dia.

Baca Juga : Bethany Ismail Asal Liverpool Masuk Islam Setelah Penelitian Agama Islam

Perubahan terjadi pada Robert Crane ketika dia menghadiri sebuah perjamuan makan di Bahrain mengubah pandangannya tentang Islam. Pada saat itu pada tahun 1977, Crane berserta istrinya sedang berada di Bahrain. Di tengah suhu yang begitu panas, sang istri memintanya menemani melihat-lihat istana di Al-Muharraq. Sebuah kota dagang tertua di dunia. Kota ini hanya terdiri dari lorong-lorong sempit dan jalan yang semrawut membuat Crane dan istrinya tersesat di tengah keramaian. Beruntung Crane dan istrinya bertemu dengan orang tua yang kebetulan lewat di depannya dan mengajak Crane ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi.

Mereka di jamu dengan berbagai macam makanan, kemudian mereka berbincang tentang berbagai hal, dan dia mengatakan bahwa dia adalah seorang Muslim. Saya sangat kagum dengan karena dia benar-benar sangat baik. Kami tidak pernah membicarakan tentang Islam. Sikapnya dengan kami sungguh jauh berbeda dengan informasi yang saya dapatkan di Amerika.

Sikap dan prilaku yang baik membuat saya tersentuh. Setelah perjamuan tersebut, Crane mulai berpikir untuk mempelajari tentang Islam. Ia pun mempelajari Islam, dan menyadari bahwa segala sesuatu dalam Isla adalah benar-benar apa yang selama ini selalu diyakininya.

Pada tahun 1980, Crane mengikuti sebuah konferensi tentang gerakan Islam di New Hampshire Seluruh tokoh besar dari gerakan Islam dunia hadir di sana. Crane memilih bergabung bersama tokoh Gerakan Islam Dunia untuk makan siang bersama. Crane berharap bisa belajar banyak dari mereka. Tanpa bertanya Crane mengikuti langkah delegasi tersebut ke sebuah ruangan yang lantainya ditutupi permadani. Crane mengira akan makan makan siang. Namun, dia bary menyadari mereka akan melakukan sholat jumat. Crane memutuskan untuk meninggalkan mereka. Tetapi Crane kwatir akan menyinggung perasaan mereka. Lalu saya hanya duduk di bagian belakang ruangan, dan yang bertindak selaku imam shalat adalah seorang tokoh terkenal asal Sudan yaitu Al-Turabi. Menyaksikan Al-Turabi bersujud, Crane pun terhenyak sesaat.

Crane mengatakan : "Saya menyadari bahwa dia membungkuk kepada Allah. Jika dia dapat bersujud kepada Allah maka itu artinya dia sepuluh kali lebih baik dari saya. Saya memutuskan bahwa saya juga harus bersujud. Dia merasa mendapat teladan dari situ. Saat itu juga, Crane bersujud dan memutuskan untk masuk Islam.

Berdakwa

Setelah masuk Islam, Crane memutuskan untuk berdakwa. Dari tahun 1983 hingga 1986 dia menjabat sebagai Direktur Dakwah di Islamic Center of Washington di Massachusetts Avenue.

Pada tahun 1986 ia bergabung dengan Institut Pemikiran Islam Internasional sebagai Direktur Publikasi dan kemudian membantu mendirikan Dewan Muslim Amerika.

Pada tahun 1994, Crane mendirikan Pusat Pembaruan Peradaban di Santa Fe, New Mexico.

Pada tahun 2011 ia direkrut oleh lembaga pemikir terbesar di dunia, Qatar Foundation di Negara Bagian Qatar untuk mengajar kursus tentang Bagaimana Kebijakan Dibuat di Washington. Dan pada 1 Januari 2012, ia ditugaskan kembali menjadi profesor penuh dan Direktur pusat penelitian baru di Fakultas Studi Islam Qatar.

Pada 1 Januari 2014 Crane diangkat sebagai Profesor Emeritus selama 19 bulan untu menyelesaikan buku teks empat jilidnya, Islam and Muslim : Essence and Practice, sebagai model dan bagian dari proposal untuk Holistic Education Center untuk menghasilkan buku teks yang diedit tentang Kristen, Yudaisme, Budha, Konsfusianisme, dan Agama Pribumi oleh para sarjana spritual di agama-agama dunia ini.

1 komentar:

  1. إِنَّ ٱلدِّينَ عِندَ ٱللَّهِ ٱلْإِسْلَٰمُ ۗ وَمَا ٱخْتَلَفَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

    Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.

    (quran-surat-ali-imran-ayat-19)

    BalasHapus