ADS

Kisah Dyala Masuk Islam Karena Mendengar Azan

Share:

DYALA The Dutch Revert | Instagram

Saya di besarkan dari keluarga ateis, kedua orang tua saya benar-benar tidak mempunyai agama, tapi saya mencoba untuk tidak mengikuti mereka. Pada usia 14 tahun saya mulai belajar tentang agama, salah satunya adalah agama Budha. Namun setelah saya banyak belajar dan membaca kitab agama Budha saya tidak menemukan kedamaian dan ketenangan. https://informasiduniaislam01.blogspot.com/




Saya mencoba untuk belajar agama kristen dan mengikuti kebaktian di gereja. Gereja yang saya kunjungi adalah Gereja Baptis, disebuah kota kecil di dekat kampung halaman saya. Saya lebih diterima di Gereja mereka. Saat itu saya berusia 15 tahun, dan saat itu saya ingin belajar Alkitab, tetapi ayah saya tidak mengizinkannya saya. Dia takut saya melakukan ini karena seseorang dalam hidup saya dan orang ini akan memberi pengaruh negatif pada saya. Dan saya gagal untuk belajar Alkitab. Sejak saat itu saya tidak pernah kembali ke Gereja dan melihat lebih jauh ke dalam agama Kristen.

Baca juga : Zainadine Johnson, Masuk Islam Karena Isi Surat Al Kafirun 

Pada tahun 2019 saya pergi ke Marekesh dengan sahabat baik saya kami bersenang-senang di sana serta menghabiskan banyak waktu. Ketika kami berkeliling di pusat kota, saya mendegar azan untuk pertama kalinya dalam kehidupan saya. Suara yang sangat merdu membuat saya penasaran tentang Islam.

Kami bertemu banyak orang di Marakes dan mereka sangat ramah. Kami bahkan ditawari makanan dari seorang lelaki tua yang kelihatannya sangat miskin. Say sangat terkesan dengannya, dia telah membuka mata hati saya dan membuat saya semakin ingin tahu tentang Islam. https://informasiduniaislam01.blogspot.com/

Sepulang saya dari Marakesh, saya mulai mencari informasi agama Islam dan saya tidak tahu sumber mana yang dapat dipercaya. Saya melakukan penelitian selama beberapa bulan tetapi beberapa saat saya kehilangan semangat sampai saya bertemu dengan seorang pria Muslim.

Sejak bertemu dengan seorang pria Muslim saya menjadi semakin tertarik pada Islam. Bahkan saya membantunya menjadi seorang Muslim yang lebih baik. Saya sangat berterima kasih kepada Allah swt atas kesempatan ini, saya benar-benar di beri rahmat karena saya dapat membantu seseorang menjadi lebih teguh. Dia mengajarkan saya begitu banyak tentang Islam.

Baca juga : Belajar membaca. 10 tip membuat anak gemar membaca

Saat bulan Ramadhan saya mendapat kesempatn untuk membaca Alquran di aplikasi Muslim Pro. Saat itu saya merasakan perasaan hangat dan damai yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Saat itu saya berpikir ini adalah agama saya dan semuanya masuk akal dan benar-benar dari wahyu Tuhan.

Awalnya saya ragu apakah saya akan masuk Islam, karena Islam bukan lah hal yang sering saya dengar. Kemudian saya menceritakan ini kepada teman saya. Dia mengatakan kepada saya bahwa setiap orang harus mempelajari hal-hal tentang Islam dan Al Quran. Sejak saat itu saya terus belajar banyak tentang Islam mulai dari Al Qur'an, hadist-hadist maupun informasi lainnya. Saya ingin memeluk agama Islam dan alhamdulillah saya mengambil syahadat di Masjid pada tanggal 17 Mei 2020.



1 komentar: