ADS

Bethany Ismail Asal Liverpool Masuk Islam Setelah Penelitian Agama Islam

Share:

Fb Bethany Ismail

Kini Islam menjadi agama dengan jumlah penganut terbanyak kedua di Eropa setelah Kristen. Hal ini disebabkan jumlah mualaf terus meningkat. Seperti Bethani Ismail asal Liverpool Inggris, masuk Islam pada Desember 2019, setelah melakukan penelitiannya sendiri tentang agama Islam. https://informasiduniaislam01.blogspot.com/

Dia di besarkan dari keluarga Katolik yang tidak begitu religius. Dia mengatakan ketika dia mengikuti Perjamuan kudus atau komuni suci bahwa dia tidak sepenuhnya percaya pada ajaran tersebut.

Baca Juga :  Kisah Calon Biarawati Masuk Islam Saat Dia Mempertanyakan Agamanya

Dia mengatakan bahwa dia tidak pernah menemukan kebahagian maupun ketenangan dalam hidup saya. Saya merasakan seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya dan saya membutuhkan pertolongan. Saya tidak menemukan apa-apa di dalam agama saya.

Di Perkenalkan Dengan Seorang Muslim.

Ketertarikannya pada Islam berawal dari teman-temannya yang menceritakan stereotip tentang Islam. Dia juga mengatakan pada temannya dia ingin melakukan peneltian tentang kenyakinan tersebut.

Pada tahun 2019 saya diperkenalkan dengan seorang pria Muslim bernama Ismail yang sekarang menjadi suami saya. Saya mulai bertanya-tanya tentang agama Islam dan saya mulai belajar agama Islam bersamanya. Saya sangat beruntung bisa berkenalan dengan Ismail, dia bisa mengajari dan membimbing saya tentang Islam, dan saya sangat senang pada akhirnya dia bisa menjelaskannya kepada saya dan saya mulai menemukan jawaban.Saya terus belajar dan membaca al qur'an.

Baca Juga : Ahli Matematika membaca Surah An Nisa ayat 82 mengunggah hatinya masuk Islam

Beth mengatakan selama penelitian fakta yang ditemukan sangat menakjubkan, Islam adalah agama yang luar biasa, saya menemukan  ketenangan dan kedamaian, saya merasa lebih bahagia, Islam adalah agama yang  mudah di fahami, agama Islam agama yang mudah diterima dengan akal sehat. Islam memberi semua jawaban yang saya cari - cari selama ini.

Dia mengatakan bagaimana imannya telah membantunya menemukan kedamaian dan harga dirinya meski kedua orang tuanya memberikan respon yang negatif karena stigma buruk tentang Islam. Mereka menganggap Islam sebagai agama yang berbahaya. Sampai akhirnya keluargaku menerima aku meskipun membutuhkan waktu yang lama untuk menyakinkan mereka bahkan kami sekarang jauh lebih dekat dari sebelumnya. https://informasiduniaislam01.blogspot.com/
 
Pada Desember tahun 2019, Beth berkomitmen untuk masuk Islam, dan mendeklarasikan Syahadatnya di Masjid setempat. Beth mengatakan perubahan besar adalah mengenakan jilbab setiap hari, awalnya saya merasa tidak percaya diri memakainya. Saya telah banyak melihat orang Muslimah yang memakai jilbab dan meraka merasa nyaman dan penuh percaya diri. Saya berpikir itu  tidak cocok buat saya. Ketika memasuki bulan Ramadhan saya mencoba untuk memakainya kembali dan merasakan ada sentuhan dalam jiwa saya bahkan jauh lebih percaya diri memakainya, dan saya tidak perduli lagi dengan kata orang, saya tidak perduli lagi apa yang orang lain pikirkan tentang saya.

Beth mengatakan kepada ibunya Alison, awalnya ibunya keberatan dan prihatin dengan stereotip hidup sebagai seorang Muslim. Saya dapat mengerti karena ada banyak stereotip tentang Islam, mereka hanya perduli dengan kebahagian saya.Tapi begitu waktu berlalu dan mereka melihat perubahan hidup jauh lebih baik daripada sebelumnya , dan mereka bisa melihat Beth yang sama seperti dulu dan perbedaannya hari ini seorang muslim yang akan selalu memakai jilbab. Kini mereka bisa menyesuaikan diri dengan baik dan sekarang kami jauh lebih dekat dari sebelumnya dan alhamdulillah mereka tidak memperlakukan saya yang berbeda, mereka hanya khawatir seperti orang lain.

Almadulillah suatu kado yang terindah buat saya, saya begitu kaget dengan kehadiran ibu saya. Dia mengenakan jilbab pada saat menghadiri pernikahan saya. Saya sangat begitu bahagia dan ini adalah sangat luar biasa perjalanan hidup saya.

 

Tidak ada komentar